Translate/Terjemah

Sabtu, 30 November 2013

Peduli Budaya Daerah, Karawitan OK

Sabtu, 30 November 2013 siswa-siswi SMK Minqu Gumukmas menampilkan kebolehannya mendendangkan lagu Sholawat dengan berkarawitan. Dalam acara ulang tahun ke-21 Sanggar Seni Laras Agung itu, beberapa siswa-siswi SMK Minqu berlaga di atas panggung besar menyuguhkan kemampuan memukul gamelan dan berdendang lagu sholawatan.

Dengan memakai seragam almamater merah-ungu mereka cukup cekatan menabuh alat musik karawitan tersebut. Beberapa penonton mengaku cukup kagum dan bangga dengan adanya anak-anak remaja yang tertarik dan berminat terhadap pengembangan budaya daerah.

Ini adalah salah satu kegiatan ekstra siswa SMK Minqu Gumukmas setelah beberapa hari sebelumnya tampil diacara hamlatul imtihan ponpes Ngashor dengan bazar aneka produk hasil karya mereka seperti ekstrak jahe, ladrang, abon cabe, aneka kripik, pupuk bokhashi. Sedangkan produk yang pernah dihasilkan dan masih dalam proses pengembangan seperti abon jantung pisang, eskstrak temu lawah, kopi mengkudu, pakan ternak, dan bio etanol.

Jumat, 05 Juli 2013

KEMENANGAN KEDUA LOMBA KARYA TULIS


Minggu, 23 Juni 2013, di Gramedia Convention Hall Surabaya,  Yuli Aslika, Siswa kelas X SMK MINQU Gumukmas menerima penghargaan dan uang tunai Rp 500.000 atas kemenangannya sebagai Juara Harapan 3 Lomba Karya Tulis Otoda tingkat SLTA se-Jawa Timur. Senyum kebahagiaan semakin menghiasi gadis asal Pulo Menampu ini, ketika di panggung menerima tambahan uang Rp 100.000 atas keberaniannya menyanyi dihadapan ratusan pengunjung. Selain itu juga menerima uang transport sebesar Rp 1 Juta.

Tentu saja, bukan uang itu yang menjadi kebanggaan rombongan SMK Minqu yang terdiri atas Kepala Sekolah, Bpk. M. Wahid Rosyidi, Bpk. Budi Susilo, Bpk. Jakfar Shodiq dan Ibu Emiatun. Menurut Kepala Sekolah, SMK Minqu Gumukmas adalah satu-satunya pemenang dari Jember, kebanggan lain bahwa pemenang kebanyakan dari SMA Negeri Favorit di kabupaten seperti Lamongan, Probolinggo, Malang.
Yang lebih membanggakan, menurut Kepala Sekolah, kemenangan yang diraih Yuli Aslika adalah kemenangan kedua setelah sebebelumnya Nunik Yuliati mampu meraih juara kedua dalam lomba menulis artikel tingkat IPNU se-cabang Kencong.

Kemenangan yang mereka raih memang layak diapresiasi, sebab mereka memang sudah berusaha keras. Untuk lomba tingkat Jawa Timur persiapan dilakukan lebih dari satu bulan. Mula-mula ada 18 siswa yang terbagi dalam 2 kelompok bimbingan. Semakin mendekati deadline mengerucut menjadi tinggal 2 siswa saja. Sehingga naskah yang diikutkan lomba akhirnya hanya ada dua. Satu karya Yuli Aslika dan satu lagi karya Nunik. Ternyata dewi keberuntungan lebih memilih Yuli. Namun bagi Nunik tidak perlu kecewa sebab, sudah memenangkan sebagai juara kedua meskipun hanya setingkat kabupaten saja.

Minggu, 05 Mei 2013

SIAP MENERIMA SISWA BARU

SMK MINQU GUMUKMAS
Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Siap menerima siswa baru!
Sekolah berbasis pesantren, 80% full praktek! Gratis bagi siswa tidak mampu. Full Bea siswa!
Produk Unggulan:
1. Pupuk Organik Cair dan Bokhasi
2. Nata de Coco, De Leri, De Garnier
3. Susu
4. Kecap
5. Minyak wangi
6. Berbagai produk olahan sayur, daging 
We give the best solution!!!

Senin, 08 April 2013

SEMINAR REMAJA SEHAT, PACARAN NO, BELAJAR YES!



SEMINAR REMAJA SEHAT, PACARAN NO, BELAJAR YES!

Minggu, 10 maret 2013, tiga siswa SMK MINQU Gumukmas, mengikuti kegiatan seminar  remaja sehat yang diselenggarakan oleh Satuan Karya Bhakti Husada kwartir Ranting Gumukmas. Ketiga siswa tersebut adalah, Havidul Munir, Havid Muslih dan Nita Nur’aini. Dalam seminar tersebut di bahas masalah Sketsa Triad KKR, Kosmetik dan Kesehatan.
Seminar yang melibatkan sekitar 100 siswa itu diikuti hampir semua SMA dan SMK di wilayah Gumukmas yang mengirimkan minimal 3 siswa per sekolah. Seminar dibuka oleh Kepala Puskesmas Gumukmas, selaku kamabigus Saka Bhakti Husada.
Havidur Munir menuturkan betapa pentingnya kegiatan tersebut bagi remaja seusianya. Bagi Munir yang jebolan SMP N 1 Gumukmas ini mengaku senang dengan kegiatan seminar semacam ini. Paling tidak remaja memiliki bekal tentang reproduksi, bahkan obat-obatan terlarang. Dengan demikian para remaja dapat mempertimbangkan sisi buruk narkoba dan mampu meninggalkannya.
Hampir senada dengan Munir, Havid Muslih menuturkan kalau dirinya sangat terkesan dengan kegiatan tersebut, bukan hanya karena bisa mengenal siswa dari sekolah lain. Lebih dari itu, ia bisa memetik manfaat yang besar berkaitan dengan pengetahuan tentang reproduksi dan narkoba.
Lain lagi dengan Nita Nur’aini, cewek asli Puger ini mengaku bahwa kegiatan seminat ini sangat menyenangkan. Disamping itu seminar ini telah menyadarkan dirinya bahwa berpacaran bagi remaja seusianya bukanlah suatu kewajiban. Slogan pacaran No, belajar Yes! Sebenarnya menjadi impiannya. Namun cewek imut-imut ini, mengakui sulit untuk tidak jatuh cinta. “lha gimana ya, teman-teman yang lain punya pacar”. Ucapnya tersipu-sipu. Tapi sekarang ia mengakui telah sendiri lagi dan mencoba untuk tidak berpacaran. Woow, moga bisa ya... tetap semangat!
Disisin lain, kepala sekolah SMK Minqu Gumukmas, M. Wahid Rosyidi, memang menganjurkan agar para siswa lebih mengutamakan belajar. Disamping itu, kaitannya denganpengetahuan tentang reproduksi,  pergaulan remaja, narkoba siswa memiliki referensi yang benar sehingga dapat terhindar dari perilaku menyimpang. Juga penguatan nilai-nilai religius menjadi impian Bapak tiga orang anak ini, agar dapat benar-benar tertanam dalam diri siswa-siswi SMK Minqu yang berada di lingkungan pondok pesantren Ngashor. Karena itu, Bapak berkaca mata minus 9 ini seringkali menasehati para siswa lebih baik semangat belajar daripada berpacaran yang hanya akan membuang banyak energi dan pikiran.   (mwr)

Jumat, 26 Oktober 2012

Unjuk Gigi, Mohon Do'a Restu


Alhamdulillah, akhirnya dengan tekad yang kuat, siswa SMK MINQU Gumukmas prodi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, memberanikan diri untuk mengikuti lomba karya tulis tingkat SMA sederajat se Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya. Keberanian itu berkat dorongan kepala sekolah yang memberikan semangat dan motivasi agar anak-anak berani bersaing dengan sekolah lain. Apalagi karya tulis yang anak-anak buat adalah kegiatan yang seringkali dipraktekkan di sekolah.

Ada dua karya tulis yang ikut dilombakan. Pertama karya tulis berjudul : Pengolahan  Sampah Menjadi Pupuk Organik Cair dan Padat dengan Memanfaatkan EM4 untuk Menghijaukan Bumi Mengurangi Efek Pemanasan Global oleh Havidul Munir, Abdul Wahab, Moh. Havid Muslih. Kedua karya tulis berjudul: Pemanfaatan Keripik Bonggol Pisang Telur Bebek sebagai Bahan Pangan Alternatif yang Memiliki Nilai Ekonomis dan Gizi Tinggi oleh Yuli Aslikha, Siti Likha Rj, dan Nunik Fariyati

Selain itu, juga mengikuti lomba mengarang cerpen islami tingkat SMA sederajat seJawa Timur  yaitu ananda Nunik Fariyati.

Berkenaan dengan kegiatan tersebut, segenap civitas akademika SMK Minqu Gumukmas mohon do’a restu semoga mereka dapat meraih prestasi terbaik. Amin.

Jumat, 28 September 2012

GELIAT SMK MINQU KIAN TERASA

SMK MINQU GUMUKMAS, yang masih seumur jagung, kini kian menunjukkan eksistensinya. Berbagai kegiatan praktek telah banyak dilakukan. Sebagai gebrakan awal, ketika saat Ramadlan lalu dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an, sukses menggelar Bazar Murah telah diikuti berbagai kegiatan praktek lainnya. Diantaranya membuat Rool Singkong, Kecap Air Kelapa, Kerupuk Tahu, Cairan EM (Efektifitas Mikroorganisme) sebagai starter pupuk organik. Juga kegiatan magang sehari di beberapa tempat usaha di sekitar sekolah.
Bazar murah besutan SMK MINQU mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Antusias warga sekitar sangat tinggi. Gula dan Minyak langsung ludes diserbu masyarakat, demikian juga stok berikutnya, sehingga bazar yang dibuka mulai pagi sampi sore itu, disiang hari tinggal kue-kue saja yang masih tersisa. saat sore ketika penutupan, semua kue sudah hampir habis. Positifnya sambutan masyarakat terhadap kegiatan bazar tersebut diakui oleh Kepala sekolah, M. Wahid Rosyidi, bahkan kepala sekolah yang selalu tak lepas dengan kacamata minusnya itu berjanji akan menyelenggarakan even ini tahun depan dengan lebih baik.
Rool Singkong sebagai sebuah makanan alternatif pengganti nasi, menjadi praktek perdana siswa SMK MINQU. Karena waktu itu maasih belum memiliki lab tempat praktek sendiri, kegiatan tersebut di kerjakan di dapur kepala sekolah. Namun, sebagai langkah awal, hal tersebut tak menyurutkan semangat anak-anak. Meski jarak sekolah dana rumah kepala sekolah cukup jauh, sekitar 3 km lebih, anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hasil kerja mereka ini ikut dipamerkan dalam kegiatan bazar, dan habis terjual semuanya.
Praktek berikutnya, membuat Kecap Air kelapa telah dilakukan di sekolah. Meski dengan peralatan sederhana dan sebagian masih meminjam milik dapur pondok, tetapi kegiatan ini tak menyurutkan semangat anak-anak untuk bekerja. Meskipun, hasil akhirnya belum memuaskan, anak-anak tetap menghargainya sebagai sebuah karya sendiri, kecap itu memang lebih pas jika dinamakan petes, sebab tekturnya memang seperti petes, agak padat dan kadar airnya rendah. Karena hasilnya tidak sesuai harapan, kecap ini atau petes ini esok harinya, dibagi-bagikan ke anak-anak untuk dikonsumsi sendiri. sebenarnya rasa sangat enak, tetapi tekturnya yang mirip petes menjadikan kecap ini layak dinamakan kecap petes. selamat ini sebuah enovasi kan?
Membuat kerupuk tahu, adalah praktek selanjutnya yang dilakukan oleh anak-anak SMK. Sehari sebelum praktek telah dilakukan kunjungan sehari ke UKM (usaha kecil menengah) pembuatan tahu yakni di rumah P. Sukayat Tahu. Meskipun hasilnya belum memuaskan, tetapi layak diajungi jempol.
Praktek terkini di pertengahan bulan September 2012 adalah membuat larutan EM (Efektifitas Mikroorganisme) sebagai starter pupuk organik. Berbeda dengan praktek sebelumnya, praktek ini boleh dikatakan sangat sukses, panen pertama seminggu setelah kegiatan, dari 3 kelompok bila dikumpulkan jadi satu menghasilkan 1 liter lebih cairan EM. Setelah diuji di lab ternyata cairan tersebut mengandung hampir 10 ribu mikroorganisme yang berarti cukup sempurna, tak kalah dengan cairan EM yang dijual di toko, bahkan lebih baik demikian komentar seorang guru kimia yang menguji karya anak-anak. Bahkan seorang petani tebu dan jeruk siap menerima dan menggunakan hasil karya anak-anak ini.
Kegiatan diakhir bulan September adalah praktek terjun langsung di beberapa usaha pertokoan dan makanan yang ada di sekitar sekolah selama satu hari.
Praktek lainnya adalah membuat pupuk organik padat. Sedangkan praktek berikutnya adalah menanam sayuran di 200 media polibek yang sudah disiapkan sekaligus sebagai ujicoba efektifitas cairan EM yang telah dihasilkan. Selamat, semoga SMK MINQU benar-benar dapat berkembang seperti yang diharapkan dan misi menghasilkan produk unggulan berstandar nasional bisa terwujud.(mwr)